Hasrat Prabowo memindahkan makam Pangeran Diponegoro dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ke kampung halamannya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuai polemik. Keinginannya itu ditentang keturunan Pangeran Diponegoro hingga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Keturunan kelima Pangeran Diponegoro, Raden Hamzah Diponegooro mengatakan Pangeran Diponegoro sempat menyampaikan wasiat sebelum wafat. Dia meminta dirinya diwakafkan di Makassar.
"Beliau ini, output beliau ini perjuangan ibu pertiwi nusantara. Jadi, sebelum beliau mengembuskan napas (terakhir), dia sudah mengamanahkan dirinya, mewakafkan dirinya bersama istri dan anak-anaknya. 'Sepeninggal saya nanti tidak usah pulangkan saya ke tanah Jawa'," kata Raden Hamzah.
Keturunan ketujuh Pangeran Diponegoro, Roni Sodewo turut menanggapi usulan Prabowo untuk memindahkan makam. Dia menyebut wacana itu sudah pernah ada sebelum Prabowo mengusulkannya lebih dulu.
"Berarti ini untuk yang kedua, statement seperti ini pernah keluar juga saat mau pemilihan presiden. Jadi mohon maaf nggih, nggak elok lah kalau orang yang sudah meninggal untuk komoditas politik, saya rasa nggak bagus," kata Roni.
0 Komentar