Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menolak wacana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang ingin memindahkan makam pahlawan nasional Pangeran Diponegoro dari Makassar kembali ke kampung halamannya di Yogyakarta.
"Kalau saya enggak usah, Pangeran Diponegoro di sana [Makassar] juga dihargai oleh masyarakat," kata Sultan di Yogyakarta, Jumat (14/7).
Sultan menilai warga Makassar pun menjaga sekaligus menghormati keberadaan makam sosok pahlawan dengan nama asli Bendara Raden Mas Antawirya. Oleh karena itu, menurut Sultan, wacana pemindahan itu tak perlu dilaksanakan.
Pada awalnya, wacana untuk memindahkan makam Pangeran Diponegoro dari Kota Daeng ke Yogyakarta itu mencuat ketika Prabowo menghadiri Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia di Makassar, Kamis (14/7).
Kala itu ia menyampaikan gagasannya di atas podium setelah Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo terlebih dahulu telah berbicara.
"Di sini, di kota ini [Makassar] juga ada makam Pangeran Diponegoro yang dibuang dari daerah asalnya. Dan, tidak ada salahnya kita berpikir apakah tidak di alam merdeka, tentunya dengan seizin rakyat Sulawesi Selatan, apakah tidak ada baiknya kita kembalikan makamnya Pangeran Diponegoro ke kampung halamannya lagi. Perlu kita pikirkan," tegas Prabowo.
0 Komentar