Anies Baswedan mengungkapkan kritikan soal ketimpangan di Indonesia yang masih sangat besar. Bakal calon Presiden yang diusung Partai Nasdem itu menilai ketimpangan akan sangat terlihat bila melihat Indonesia secara keseluruhan di malam hari.
Menurutnya, perekonomian suatu daerah bisa dilihat dari gelap atau terangnya daerah tersebut di malam hari. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, dirinya ingin melihat Indonesia terlihat menyala terang dari udara secara merata.
Dalam kritiknya itu, Anies menyinggung keras soal ketersambungan listrik yang belum merata. Apakah klaim Anies benar? Begini datanya.
Adapun untuk mengukur tingkat ketersambungan listrik dapat diukur dengan rasio elektrifikasi. Rasio elektrifikasi adalah perbandingan jumlah pelanggan rumah tangga yang memiliki sumber penerangan baik dari listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) maupun listrik non-PLN dengan jumlah rumah tangga.
Sejauh ini, berdasarkan data Kementerian ESDM, dikutip Sabtu (15/7/2023), pencapaian Rasio Elektrifikasi 2022 di seluruh Indonesia sebesar 99,63%. Jumlahnya, meningkat 1,8% dari 2021 yaitu 99,45%.
Artinya, sejauh ini bila bicara soal tingkat ketersambungan listrik sebetulnya di sudah hampir 100% wilayah di Indonesia yang dialiri listrik. Hanya bersisa 0,57% wilayah saja yang belum dialiri listrik.
0 Komentar