Bicara tentang capres dari Gerindra Prabowo Subianto tentu tidak akan lupa dengan banyaknya torehan rekam jejak buruk selama ini. Prabowo adalah jenderal dan capres yang memiliki reokor kejahatan paling banyak.
Prabowo pun tak ragu menggunakan semua cara untuk mencapai apa yang ia inginkan. Meski praktik dan keyakinan agama Prabowo tidak terlalu jelas dan sering menimbulkan pertanyaan, cara-cara kampanyenya telah memanfaatkan sentimen keagamaan yang sangat berbahaya dan beresiko memecah belah umat dan bangsa.
Cara ini telah secara konsisten digunakan oleh para pendukungnya pada 2014, pada pilgub DKI, dan sekarang pilpres 2019. Banyak diantara para pendukungnya yang bermaksud menumpang kekuasaannya bila menang, datang dari kelompok Islam fundamentalis, kelompok anti demokrasi dan yang berambisi mendirikan negara khilafah, serta kelompok takfiri yakni kelompok yang mudah mengkafirkan kelompok lain yang dianggap tidak sejalan dengan alirannya.
Selain itu, Prabowo adalah capres pertama di negeri ini yang menggunakan taktik menyebar pesimisme dan ketakutan kepada rakyat banyak antara lain atas dasar sebuah buku fiksional.
Menyatakan bahwa dirinya harus menang sebab bila kalah negeri ini akan runtuh dalam waktu yang tidak terlalu lama. Menyatakan dirinya sebagai satu-satunya yang bisa menyelamatkan negeri ini dari keruntuhan.
Pendukungnya menebar kebohongan adanya invasi puluhan juta tenaga asing yang merampas kesempatan kerja bagi warga negara.
0 Komentar