Ganjar Pranowo kembali turun untuk bersilaturahmi ke masyarakat setelah pemberlakuan kebijakan PPKM dicabut oleh Presiden Jokowi. Salah satunya, Ganjar berkunjung ke Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas, Kranji, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
Menurut Ganjar, silaturahmi dan berinteraksi dengan masyarakat maupun kelompok masyarakat sangatlah penting. Menurutnya, interaksi dengan masyarakat membuatnya bisa mendengar dan menggali persoalan di bawah, sekaligus duduk bersama untuk menemukan solusinya. Dia juga membagikan pengetahuan dan semangat.
Ganjar mengatakan, pengasuh Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas, KH Tajuddin Shorih merupakan sahabat lama. Interaksi dan silaturahmi keduanya juga intens hingga pandemi Covid-19 lalu membatasi pertemuan tatap muka.
Terlebih Ganjar telah lama tidak mengunjungi Kia Tajuddin yang merupakan teman dan sahabatnya. Ganjar dan Kiai Tajuddin sangat intens berkomunikasi bahkan juga kepada jajaran Ganjar.
Dalam silaturahmi ini, selain berbincang banyak hal dengan KH Tajuddin Shorih, Ganjar juga menyempatkan untuk menyapa para santri dan santriwati Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas. Para santri pun menyambut hangat kedatangan Ganjar.
Mereka terdengar memanggil dan mengelu-elukan nama Ganjar. tu. Suasana cair diselimuti gelak tawa para santri dan pengasuh pondok pesantren terjadi, saat Ganjar berinteraksi dengan santri. Kesempatan itu digunakan Ganjar untuk memberikan beberapa pesan kepada para santri.
“Santri harus punya cita-cita tinggi. Mengajinya yang serius dan fokus. Jangan lupa juga minta doa restu dari orangtua. Lalu ingat untuk menjaga silaturahmi dan interaksi, baik dengan sesama santri, orang tua, maupun Pak Kiai dan Bu Nyai. Juga harus saling bantu,” pesannya saat menyapa para santri.
Ganjar menambahkan, banyaknya santri yang mondok di Pondok Pesantren Salaf Baitul Muqoddas, membuktikan banyaknya harapan para wali santri, agar anak-anaknya menjadi anak soleh dan solehah. Diharapkan para santri dapat mengembangkan ilmu pengetahuan keagamaannya dengan sangat baik, begitu juga dengan pengembangan life skill, karena di pondok pesantren juga diajarkan life skill.
Selain itu, Ganjar mengajak santri untuk terus
adaptif atau cepat melihat kondisi-kondisi luar yang cepat berubah. Sehingga
nantinya saat lulus, santri akan sangat paham dengan situasi. Silaturahmi
diantara wali santri dan kiai pun kian penting dalam menyiapkan anak-anak dan
mengawal mereka agar tidak tergoda dengan hal yang merugikan mereka di masa
depan.
0 Komentar