SERIUS WUJUDKAN KAUM DIFABEL BISA MANDIRI GANJAR DORONG KOMUNITAS DIFABEL TURUT MENDAMPINGI

 


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, membuka rapat kerja nasional Perkumpulan Tunanetra Kristian Indonesia (PETKI) di Gedung Dikjur, Kota Semarang. Rapat itu dilakukan untuk merancang program kerja dan visi misi PETKI 2023.

Dalam acara tersebut, Ganjar menyampaikan pentingnya pendampingan dan pelatihan keterampilan yang dikhususkan bagi para penyandang disabilitas, agar mereka bisa meraih cita-cita sesuai keinginan.

"Banyak aktivitas yang membuat mereka bisa lebih mandiri dan tadi kegiatannya tidak hanya keagamaan dari tunanetra Nasrani, tapi juga membuat kegiatan yang sifatnya keterampilan life skill, sehingga kemandirian ini bisa didorong," ucap Ganjar.

Untuk mendorong komitmen pemerintah terhadap penyandang disabilitas, Pemprov Jawa Tengah telah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2014, tentang Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Tak hanya itu, Ganjar juga mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pemenuhan Hak Disabilitas.

Gubernur berambut putih ini pun mendorong PETKI untuk mengoptimalkan peraturan tersebut agar segala kebutuhan sarana dan prasarana penunjang bisa terpenuhi.

"Tentu kita sudah punya Perda, punya Pergub untuk penyandang disabilitas maka kawan-kawan PETKI di Jawa Tengah ini bisa mengandalkan itu. Tadi saya tawarkan, apa sih yang menjadi problem mereka dan kemudian bagaimana mereka bisa kami latih diberikan akses yang banyak, sehingga bisa mandiri," katanya.

Agar kebutuhan para penyandang disabilitas bisa diakses dengan mudah, Ganjar sudah meminta jajarannya di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten untuk mendata dan melakukan validasi terkait jumlah penyandang disabilitas di daerahnya.

Dengan fasilitas yang diberikan pemerintah, diharapkan para penyandang disabilitas bisa mengembangkat bakat dan minatnya agar hak-hak mereka juga terpenuhi dan tidak menghambat kemandirian mereka.

"Kami sudah sampaikan ke kawan kades ada berapa penyandangan disabilitas di desa kalian. Mana yang tunanetra, mana yang tuli, mereka butuh pelatihan apa agar bisa kami bantu. Kalau itu bisa dipercepat, maka akan membantu memberikan pelatihan, kemandirian, dukungan kepada mereka sampai mereka menyatakan diri siap," tutup Ganjar.

Posting Komentar

0 Komentar