Curhat Soal Baliho, Jokowi Lagi-Lagi Senggol Kubu Prabowo

  


Saat Jokowi hadir di sidang tahunan MPR, DPR dan DPD RI, Jokowi membahas masalah baliho. Kalian pasti tahu baliho Jokowi dan Prabowo menyebar ke mana-mana dari kota sampai ke desa. Coba bayangkan lagi, dalam sidang tahunan, Jokowi bahas baliho, kalau dalam kacamata awam, ini bukan hal penting. Tapi kalau Jokowi membahas itu, artinya ini dianggap penting.

Jokowi mengatakan, dia sering kali dimanfaatkan jelang pilpres. Fotonya banyak dipakai di baliho dan dipasangkan dengan bakal capres tertentu. Sebenarnya saya juga melihat baliho Jokowi dan Ganjar, tapi baliho Jokowi dan Prabowo luar biasa banyak. Lagipula Jokowi dan Ganjar satu partai yang sama, jadi baliho mereka bersama dalam satu frame, ya wajar-wajar aja. Saya rasa Jokowi bahas baliho ini untuk Prabowo.

Jokowi bilang, ini sudah jadi nasib seorang presiden untuk dijadikan alibi, dijadikan tameng, bahkan kampanye belum mulai, foto dia banyak dipasang di mana-mana. Bahkan di tingkat desa, fotonya ada di mana-mana, dipakai untuk bahan sosialisasi. Jokowi memang mengatakan dia tidak keberatan fotonya dipakai.

Ketika Jokowi mengatakan itu, sudah pasti Prabowo ditanya oleh awak media mengenai komentarnya tentang baliho. Menurut Prabowo, hal itu tidak masalah karena Jokowi tidak mempersoalkannya. Dia ingatkan lagi kalau Jokowi tidak mempersoalkan dan tidak masalah.

Menurut saya memang tidak masalah, tapi secara etis, boleh gak? Kenapa Prabowo bikin baliho selalu harus ada foto Jokowi? Kenapa tidak pakai foto wajah sendiri saja? Kalau Jokowi bahas baliho di sidang istimewa, artinya ini masalah. Kalau bukan masalah, tidak mungkin membahas itu di sidang istimewa.

Padahal Jokowi banyak membahas hal penting misalnya penyalahgunaan kebebasan berpendapat, hilangnya budaya santun, bonus demografi untuk mencapai Indonesia emas 2045, penurunan angka stunting, hilirisasi nikel, kenaikan GDP Indonesia puluhan tahun ke depan, reformasi struktural misalnya kemudahan izin, pencegahan korupsi dan kepastian hukum.

Tapi ketika Jokowi ikut membahas soal baliho di mana fotonya banyak dicatut untuk kepentingan kampanye, ini hal yang kontras sekali. Kalau kalian pikir untuk apa Jokowi bahas soal baliho sebenarnya itu adalah sebuah kode keras dari Jokowi. Meskipun Jokowi tidak mempermasalahkan, tapi saya merasa tidak elok memanfaatkan Jokowi untuk kepentingan politik.

Kita ambil contoh Prabowo. Kalau memang dia mau nyapres, silakan. Kalau memang kebelet berkuasa, silakan. Tapi kenapa bawa-bawa nama dan foto Jokowi. Kenapa harus ada gambar Prabowo barengan Jokowi di baliho? Boleh sih boleh, tapi kita bicara soal etika. Jangan gara-gara tidak tahan lagi untuk segera berkuasa, bawa-bawa nama Jokowi.

Tapi mau gimana pun, kubu Prabowo tidak akan peduli. Mereka sudah terlanjur basah, sudah setengah jalan dan ada hasil yang terlihat. Demi berkuasa, kulit muka jadi tebal. Mereka tidak peduli meskipun dinyinyirin banyan orang. Asalkan berkuasa, apapun oke.

Posting Komentar

0 Komentar