Tawaran Jadi Cawapres Anies Ditolak Yenny Wahid, Pengamat: Keluarga Gus Dur Mustahil Berkawan Dengan Pengunyah Agama!

  


Yenny Wahid dengan tegas menepis isu menerima pinangan kubu Koalisi Perubahan untuk Persatuan menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk berduet dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu bahkan meragukan Anies bisa mencalonkan diri sebagai calon presiden. "Memangnya mas Anies Baswedan sudah pasti bisa nyalon belum tentu juga," kata Yenny.

Menurut Yenny seperti yang diajarkan Gus Dur kepadanya, berprinsip jabatan bukan sebuah tujuan yang harus dikejar mati-matian. Menurutnya posisi dan jabatan hanya sebagai alat tapi bukan tujuan.

"Kalau kami sih diajari Gus Dur, posisi itu itu hanyalah alat, wasilah, bukan ghoyah bukan tujuan, kalau bukan tujuan ya nggak usah ngoyo-ngoyo banget. Saya nggak pernah ngoyo tahu-tahu namanya dinominasikan dua partai, PSI dan Nasdem, ya Alhamdulilah, nggak pernah gimana-gimana," jelas Yenny.

Pengamat politik UIN Jakarta Adi Prayitno coba menerjemahkan penolakan halus Yenny Wahid ketika muncul tawaran jadi pendamping Anies di Pilpres.

"Saya orang Madura, nggak bisa saya main di abu-abu. Saya tidak bisa menggunakan istilah keseimbangan. Jadi kalau boleh saya terjemahkan, pernyataan Yenny Wahid adalah saya ini keluarga Gus Dur, nggak mungkin berkawan dengan politisi yang sering ngunyah-ngunyah agama," kata Adi.

Adi melanjutkan, Yenny sebenarnya ingin katakan satu hal, bahwa ia tidak ingin jadi pendamping Anies karena nilai dia dan Anies berbeda. Ia menilai  penolakan tersebut tak terlepas dari jejak rekam Anies memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017 dimana isu agama dan polarisasi di masyarakat sangat kental kala itu.


Posting Komentar

0 Komentar