Sejarawan Andi Achdian mengkritisi rencana Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk memindahkan makam Pangeran Diponegoro dari Makassar ke Yogyakarta.
Menurutnya rencana tersebut upaya untuk menghilangkan peninggalan yang berharga dan sebagai tindakan yang bisa merusak sejarah.
"Makam Pangeran Diponegoro sebagai struktur cagar budaya ya sejarah itu sejarah yang berharga, saya kira upaya memindahkan (makam) akan sama saja dianggap merusak ya," katanya.
Dia juga menilai rencana yang Prabowo canangkan merupakan sebuah sikap politik semata. Sebab tidak ada nilai sejarah yang dapat diambil dari pemindahan makam pahlawan nasional itu.
"Seperti itulah. Jadi sentimen, nilai pembelajarannya sejarahnya juga tidak baik. Jadi romantis lah, jadi bukan sebuah sikap yang baik untuk mempelajari sejarah," terangnya.
Terlebih sekarang Indonesia telah memasuki tahun politik. Menurut Andi, rencana Prabowo hanya sebuah kesenangan yang membuat ramai publik pada momentum tersebut.
"Ya itu romantisme sejarah, ya tahun politik yang tidak ada manfaatnya bagi pengetahuan sejarah, bagi kesadaran sejarah tidak ada manfaatnya juga. Cuma senang-senang saja, ramai-ramai saja. Tidak ada artinya juga," ucapnya.
"Emang setelah dipindahkan ke Yogyakarta, ada sesuatu yang baru buat pengetahuan sejarah? Tidak juga kan? gitu-gitu juga jadi buat apa. Ramai-ramai saja, seperti politik saja," imbuh Andi.
0 Komentar