“Detergen Politik” Pada Pertemuan Budiman-Prabowo

  


Mantan aktivis Pusat Informasi Jaringan Aksi Reformasi Tri Agus Siswanto menanggapi pertemuan Budiman Sudjatmiko dengan Prabowo Subianto. Ia menilai Budiman sedang melakukan politik deterjen.

"Namanya deterjen itu membersihkan. Deterjen politik itu membersihkan, cuci orang yang kotor, jadi dirangkul untuk mencuci kotoran Prabowo," kata Tri Agus Siswanto Siswowiharjo.

Dosen APMD Yogyakarta ini menyatakan pertemuan Budiman Sudjatmiko dengan Prabowo Subianto di rumah kediaman Kertanegara Jakarta, pekan ini menuai respons berupa dukungan maupun cibiran.

Sebagai aktifis, Tri Agus Siswanto Siswowiharjo menilai dibandingkan langkah Budiman dengan Efendi Simbolon, yang sama sama aktif di PDI Perjuangan tentu konteksnya beda. Apalagi bandingkan dengan Megawati dan Joko Widodo jelas berbeda, mereka bukan korban seperti yang dialami Budiman Sudjatmiko dan kawan kawan yang pernah diculik, termasuk Nezar Patria.

Tri Agus menjelaskan kalau ada istilah Stockholm Syndrome, bisa saja, yaitu orang yang tersandera mencintai penyandera. Ada cerita nasabah disandera, setelah itu malah dukung penyandera. Mereka yang masuk Gerindra, seperti Pius Lustrilanang dan lain lain.

"Tapi saya juga punya istilah, deterjen politik, itu bersihkan cuci orang yang kotor, jadi dirangkul untuk mencuci kotoran Prabowo," kata Tri Agus Siswanto Siswowiharjo.

Berkaitan dengan hadirnya momen politik, jelang pemilu 2024 kepada kaum muda yang berjarak latar sejarah dengan masa lalu, Tri Agus Siswanto Siswowiharjo mengingatkan agar kaum muda lebih banyak belajar sejarah.

"Karena ada jarak, kaum muda banyaklah baca sejarah, jangan silau dengan pengalaman seseorang di masa lalu jadi aktivis, bisa jadi masa lalu oke, kini tak ada apa-apa. Bisa juga jangan meremehkan yang biasa-biasa, dulunya bukan aktivis, kini punya kuasa," kata Tri Agus.

Posting Komentar

0 Komentar