ADE ARMANDO KULITI HABIS PERAN YOHANIES DI OXFORD ADA KETERLIBATAN ALIRAN DANA PEMPROV DKI !

 


Yohanies Baswedan diangkat menjadi salah satu anggota Pendiri Dewan Penasihat Internasional Institute of ASEAN Studies di Universitas Oxford. Hal ini yang kemudian membuat berbagai pujian sontak diluncurkan pada bakal calon presiden (bacapres) Nasdrun.

Menanggapi berbagai pujian pada Wan Abud, pegiat media sosial sekaligus akademisi Ade Armando menyebutkan bahwa wajar saja jika ia diangkat sebagai salah satu anggota dewan penasihat.

"Pendukung Anies Baswedan sedang mabuk kepayang, gara-gara melalui Instagram, Anies mengumumkan dia diangkat menjadi salah seorang Founding Member of International Advosory Board," ujar Ade Armando.

"Di Istagram Anies juga menyatakan dia sepat memberikan kuliah di kampus ini, berita ini memang layak membuat fans Anies semakin mencintai idolanya, maklum lah Oxford itu bukan universtas sembarangan," ujarnya.

Kendati demikian, Ade Armando menyebut Yohanies memang menjadi salah satu pendiri sehingga menurutnya tak perlu memuji Anies berlebih.

"Ada yang perlu dicermati, Anies diangkat sebagai founding member, jadi dia bukan seorang anggota yang terpilih dari deretan intelektual yang dinilai memiliki misalnya kemampuan analitis tajam dalam kajian ASEAN. Dia dipilih karena dia adalah seorang pendiri lembaga kajian tersebut," imbuhnya.

Lebih lajut Ade Armando menyebutkan bahwa Anies lah yang terlebih dahulu berusaha mendekati Oxford. Menurutnya tim Oxfod memang sudah lama ingin membuat pusat kajian di Indonesia.

"Pada 17 Mei tahun lalu di Instagramnya, tertulis kisahnya datang untuk menjajaki kerjasama dengan Oxfod, menurut Anies Pemprov DKI tengah menjajaki kerjasama dengan Blavanik School of Governmen di Univesitas Oxford, khususnya mengenai pegembangan kebijakan publik di Jakarta," kata Ade.

"Tim Anies jeli melihat peluang itu, dengan menjadi pendiri pusat kajian itu nama Anies terangkat saya yakin ada dana dari Pemprov DKI yang mendukung pengambangan pusat kajian tersebut," tuturnya.

Jadi jelas kan jika itu cuma hasil kongkalikong Yohanies sama Oxford. Pertanyaan lainnya adalah, selain dana Pemprov DKI, apa dana bansos rakyat miskin DKI juga masuk ke sini ?

Posting Komentar

0 Komentar